Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Kamis, 24 Desember 2009



Usaha Sate Cokelat Lima Ratus Perak!


Ibu Weni, sehari-hari berjualan Sate Cokelat di rumahnya di daerah Matraman, Jakarta Timur. Sate Cokelat? Apaan sih? Sate Cokelat adalah sejenis jajanan terbuat dari buah-buahan yang ditusuk dengan tusukan sate lalu disiram lelehan cokelat. Rasanya? Mmhm..nyam..nyam.

Berbagai aneka rasa buah yang disediakan mulai dari buah pisang, stroberi, melon, dan semangka. Buahnya dijamin segar dan masih bagus. Buah-buahan itu dikupas lalu dipotong kecil-kecil berbentuk kotak yang besarnya sekitar tiga kali besar dadu. Satu tusuk diisi tiga potong.
Setiap hari, Ibu Weni membutuhkan sedikitnya tiga buah melon, setengah kilogram buah stroberi, tiga buah semangka bulat tanpa biji, dan empat sisir pisang mas. Bahan-bahan itu bisa menghasilkan kurang lebih 200 tusuk sate buah dan habis terjual dalam sehari !

Dengan modal sekitar 50 ribu rupiah untuk beli buah dan bahan-bahan lain, Ibu Weni mengantungi keuntungan bersih 50 ribu rupiah per hari. Dan jika dihitung sebulan, berarti Rp 1,5 juta. Lumayan bukan?

Apalagi untuk usahanya ini, Ibu Weni sama sekali tak membuka kedai atau tenda seperti warung pada umumnya. “Ibu Weni pun tidak bikin papan pengumuman atau warung, anak-anak itu yang datang sendiri, ngetok-ngetok pintu. Mungkin mereka cerita dari mulut ke mulut, jadi anak-anak banyak yang tahu saya jualan Sate Cokelat.” kata Ibu Weni yang rumahnya kebetulan juga dekat sekolahan.

Ibu Weni baru menjalani usaha ini dua bulan belakangan, tapi hasilnya sudah cukup terasa, meski harganya murah yaitu Rp 500, “Ya cukuplah untuk buat sekedar beli kebutuhan dapur dan jajan anak-anak.”

0 komentar:

Posting Komentar