Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 04 November 2012

CGC Bank Internasional Indonesia


Good Corporate Governance pada Bank Internasional Indonesia


Anggota Kelompok :
Devin Pratama
Fajar Mauludi H
Henricus Indra P
Muhamad Rayhan
Ricky Yaminsyah
Rio Sempana A
Rizkia Yusuf
Yuda Nurfika


Pelaksanaan Good Corporate Governance pada Bank Internasional Indonesia

GCG diyakini sangat penting untuk mencapai tujuan BII menjadi organisasi yang kompetitif, didukung oleh sumber daya manusia yang handal serta menghargai nilai-nilai kerjasama kelompok, menjunjung integritas, pertumbuhan, kesempurnaan, efisiensi dan relationship building.
Berikut adalah laporan GCG yang menggambarkan pemenuhan struktur, proses serta hasil pelaksanaan GCG di BII yang diwujudkan melalui mekanisme sebagai berikut:
1.                  Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi.
Dewan Komisaris melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi secara berkala, melalui pemberian arahan, nasihat maupun meminta pertanggungjawaban Direksi dalam setiap keputusan yang diambil. Pengawasan tersebut dilaksanakan antara lain melalui rapat berkala Dewan Komisaris dengan Direksi atau melalui laporan-laporan yang disampaikan secara khusus oleh Satuan Kerja Audit Intern (SKAI), Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi, Direktur Kepatuhan atau melalui sarana komunikasi tertulis lainnya.

2.                  Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian intern bank.
BII menggunakan pendekatan Balanced Scorecard dalam melaksanakan implementasi strategi dan monitoring kinerja. Hal ini sejalan dengan kebijaksanaan perusahaan yang menilai prestasi dan penghargaan berdasarkan basis kinerja. Sasaran strategik dikonversikan menjadi Key Performance Indicator (KPI) yang disepakati bersama oleh jajaran Direksi dan diturunkan sampai jajaran paling
bawah. Hal tersebut untuk memastikan bahwa strategi dapat fokus dan berjalan dengan baik.
Kerangka KPI 2011 yang digunakan telah disusun agar dapat dengan mudah mencapai tujuan strategi yang ditetapkan dengan kriteria penilaian sebagai berikut:
1.         Financial Perspective (pemantauan biaya).
2.         Business Process Improvement.
3.         Customer perspective.
4.         Talent Management and Employee Engagement.

Prosedur penilaian dan persetujuan KPI Setelah ditetapkan oleh Direksi, Komite Remunerasi dan Nominasi melakukan penilaian atas KPI tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan proses persetujuan dari Dewan Komisaris. KPI Direksi untuk tahun 2011 telah disetujui oleh rapat Dewan Komisaris yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2011.

3.                  Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan auditor eksternal.
Penerapan Fungsi Kepatuhan dilaksanakan dengan menekankan pada peran aktif dan tanggung jawab dari seluruh karyawan Bank. Hal ini tercantum di dalam Kode Etik Pedoman Tingkah Laku dan Board Manual yang merupakan salah satu kebijakan dalam menerapkan tatakelola perusahaan yang baik (GCG) serta penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking principles) dalam seluruh kegiatan perbankan sebagai upaya untuk menciptakan perbankan yang sehat.
Secara khusus, Fungsi Kepatuhan diemban oleh organisasi kepatuhan yang terdiri dari Direktur yang membawahi Fungsi Kepatuhan, Kepala unit kerja kepatuhan dan satuan kerja kepatuhan. Seluruh elemen organisasi kepatuhan berstatus independen. Status independensi yang disandang elemen organisasi fungsi kepatuhan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan menghindari konflik kepentingan (conflict of interest).

4.                  Penerapan manajemen risiko, termasuk system pengendalian intern.
Pengelolaan Risiko Kepatuhan yang baik dan tepat waktu diharapkan dapat meminimalisir dampak risiko sedini mungkin. Dengan demikian peran dan Fungsi Kepatuhan maupun satuan kerja kepatuhan ke depan tidak hanya melihat suatu kejadian yang bersifatex-ante melainkan juga harus mampu mengelola Risiko Kepatuhan agar sejalan dengan penerapan manajemen risiko yang telah berjalan di
bank secara keseluruhan.

5.                     Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar.
Bank telah memiliki kebijakan internal mengenai mekanisme pemantauan penyediaan dana dengan memperhatikan penyebaran/diversifikasi portofolio penyediaan dana yang diberikan dan Bank telah menetapkan kebijakan internal mengenai limit penyediaan dana, seperti penetapan limit industri dan in-house limit.
Penetapan limit industri merupakan upaya bank dalam menghindari risiko konsentrasi kredit yaitu risiko penyaluran kredit yang terkonsentrasi pada sektor industri tertentu.
Limit industri ditetapkan setelah mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
a.        Visi manajemen dan pasar potensial atas masing-masing industri.
b.        Pengalaman bank dalam menangani industri tertentu
c.        Komposisi portofolio kredit saat ini

6.                  Rencana strategis Bank.
Rencana Bisnis Bank pada tahun 2011 disusun dengan memperhatikan faktor-faktor eksternal dan internal yang disertai prinsip kehati-hatian. Penyusunan Rencana Bisnis Bank mengacu kepada visi dan misi Bank yang telah ditetapkan sejak awal untuk memastikan konsistensi rencana bisnis jangka panjang dengan jangka menengah dan pendek.
Dalam jangka panjang, Bank memiliki aspirasi untuk menjadi
penyedia jasa keuangan terbaik pada segmen pasar yang
dilayani pada 5 (lima) area bisnis utama Bank, yaitu:
1.        Pembiayaan pada industri transportasi;
2.        Sistem pembayaran dalam mata uang USD;
3.        Supply Chain Financing di segmen UKM & Komersial;
4.        Structured Trade Financing dan Resources Based Industry di segmen Korporasi;
5.        Bisnis kartu kredit.

7.                  Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan Bank.
Penyusunan dan penyajian laporan keuangan dan non keuangan telah dilakukan sesuai dengan tata cara, jenis dan cakupan menurut ketentuan yang berlaku dari Bank Indonesia.
Sebagai salah satu bentuk transparansi dan ketersediaan akses informasi data perusahaan, selama 2011, bank mempublikasikan informasi dan data perusahaan.
Informasi mengenai laporan keuangan dan data perusahaan disajikan pula melalui home page PT Bank Internasional Indonesia Tbk (www.bii.co.id) sehingga dapat diakses oleh seluruh stakeholders PT Bank Internasional Indonesia Tbk.

Laporan Pelaksanaan GCG terdiri dari transparansi penerapan pelaksanaan GCG dan kesimpulan umum hasilself-assessment pelaksanaan GCG yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan BII.
Hal ini merupakan bentuk transparansi kondisi keuangan dan non keuangan kepada publik sesuai dengan penerapan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 sebagaimana telah diubah melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 serta Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/12/DPNP tanggal 30 Mei 2007 tentang Pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum.

Minggu, 07 Oktober 2012

Sarbanes-Oxley Act



Sarbaness oxley act (sarbox) merupakan undang-udang terobosan dan sebagai reformasi terbesar di USA khusunya dan dunia pada umumnya bagi penilaian corporate governance sejak diterbitkan securities act of 1933 dan 1934.   Sarbok juga merupakan pengungkapan dan pembaharuan governance, yang mensyarakatkan mengenai informasi keuangan, keterangan tentang hasil-hasil yang dicapai manajemen, kode etik pejabat dibidang keuangan, pembatasan kompensasi eksekutif dan pembentukan komite audit yang independen.  Sarbox juga merupakan undang-undang perlindungan bagi pegawai yang mengadu tentang penyimpangan perusahaan terhadap pelaporan yang menipu/fraud. Sarbox juga mengatur masalah-masalah seperti kebebasan auditor, tata kelola perusahaan, penilaian pengendalian internal, serta pengungkapan laporan keuangan yang lebih dikembangkan. Dengan adanya sarbox  perusahaan public tidak bisa melakukan fraud, apabila perusahaan public ketahuan melakukan fraud maka akan dikenakan hukum pidana selama 10 tahun sehingga dengan adanya sarbox perusahaan public bisa lebih bertanggung jawab atas kondisi keuangan perusahaan yang mereka kelola.
Jadi dengan diberlakukannya undang-undang sarbox dapat memberikan nilai positif bagi perusahaan publik, KAP, investor, investor perbankan serta para analisis keuangan.

Kamis, 14 Juni 2012

Problems in Learning English

  I first learned English in elementary school or junior high school was a bit forgotten. but in my early learning English was practically very difficult because English is not our everyday language used. not so easy for me to learn English. I tried to like it little by little began to be but when I found the vocabulary difficult to understand or understood the nature lazy and do not want to learn arises because in learning English vocabulary words each having a different meaning or significance that makes me not want to learn the English name.
  After high school I met again with the English name is where I start to like it again trying to understand the meaning and the meaning of each vocabulary word slowly by slowly I began to be but it was just

slightly.
  Difficulties in the English language that I think in terms of how to talk, listen and to understand, interpret and understand the vocabulary practically very difficult. but it's never too late to learn.

Kamis, 12 April 2012

SUMMARY CHART OF MODALS AND SIMILAR EXPRESSIONS


AUXILIARY
USES
SENTENCES
Must
1.      Strong necessity
We must start to look at the people around us, and open your eyes



Will
1.      Willingness
The program is a power outage will reduce demand for electricity but can be very detrimental to businesses.


  1.  

Be to
1.      Strong expectation
To be used by older people
May
1.      Formal permission
They may wish to take credit for their crisis-fighting skills or relax

  1. Less than 50 % certainty
may have to build an urban complex itself, including housing, schools, hospitals, and possibly recreational facilities to attract many foreign workers.
Should
1.      Advisability
Mr.Monti should have pushed, through crucial changes to the labor market earlier

  1. 90 % Certainty
Should have cracked down earlier with budget to bring the goverments finances into balance
Can

  1. Ability/possibility
As severe budget squeezes can crush an economy and make it even harder to raise taxes and cut deficits

  1. Impossibility
that can not be transferred and environmental differences (eg, climate)

Kamis, 15 Maret 2012

IF CLAUSE Type 1, 2, 3

1.         CONDITIONAL TYPE 1
Conditional sentence type 1 digunakan untuk menunjukan sesuatu hal yang mungkin atau tidak mungkin terjadi diwaktu yang akan datang . Conditional type I dibentuk dengan if clause (dalam simple present tense) dan main clause ( dalam simple future tense ).
if  +  simple present , subject  +  will  +  bare invinitive
·         if i finish work early , i play tennis
·         if she has enough time , she will come to your house
·         if  you invite us , we will come to your wedding party
If  +  simple present  +  modal auxiliary (can, may, must, will) digunakam untuk menunjukan suatu kemungkinan (possibility) , izin (permission), kepastian (certainty).
If  +  simple present ,subject  +  can,may,must  +  bare infinitive
·         if  you leave now, you will arrive in time (certain result)
·         if you leave now , you may arrive in time (possibility)
·         if he is in hurry , he can use my car (permission)
2.    CONDITIONAL SENTENCES: TYPE II
Conditional sentence type II digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang bertentangan dengan fakta atau yang sesungguhnya di waktu sekarang.
If + subject + simple past, subject + would, could, might + bare infinitive
·         If you had longer legs, you would be able to run faster
·         If you spoke English well , he would be accepted to work here
·         If I had a spare ticket , I would give it to him
Conditional sentence type II juga digunakan untuk menunjukkan suatu yang tidak kita harapkan terjadi di waktu sekarang .
If + subject + simple past, subject + would, could, might + bare infinitive
·         If a robber came into my house, I would throw a knife at him
·         If the man chased me , I would ran away
·         If he wanted to kill me , I would report him to a police
      3.          CONDITIONAL SENTENCES: TYPE III
Conditional sentence type III digunakan untuk menunjukan suatu penyelesaian (regret dan lain-lain ) tentang sesuatu yang tidak akan pernah terjadi lagi diwaktu sekarang.

If  +  subject  +  past perfect , would/could/might   +  have  +  past participle

·         If you had gone by car, you would have arrive in bandung
·         If you had studied english seriously, you would spoken english well
·         If she had tried harder, she would have been successful
·         If you had left early, you might have arrive there
If had been you/inyour position
“if i had been you / in your position” digunakan untuk menunjukan apa yang sudah akan kita lakukan jika kita berada dalam posisi orang lain.
·         If i had been in your position, i would have accepted her offer of help
·         If i had been mary, i would have paid fifty million rupiah for the car

Example
  •   If i finish work early , I will play tennis
            Fact : It is possible that I will play tennis

  •    If i finished work early, I would play tennis
            Fact : I don’t finish work early, so I don’t play tennis

  •   If i finished work early, I would played tennis
            Fact : I didn’t finish work early, so I didn’t play tennis


  •         If he arrives on time, I will speak wih him
            Fact : It is possible that he arrives on time

  •         If he arrived on time, I would speak with him
           Fact : He don’t arrives on time, so i don’t speak him

  •         If he arrived on time,  I would spoke with him
           Fact : He didn’t arrives on time, so I didn’t speak him

  •        If  you invite us , we will come to your wedding party
          Fact : It is possible that you invite us

  •        If you invited us, we would come to your wedding party
           Fact : I don’t invite us, so we don’t wedding party

  •        If you invited us, we would came to your weeding party
          Fact : I didn’t invite us, so we didn’t wedding party

  •        If you speak english well, he would be accept to work here
          Fact : It is possible that you speak english well

  •       If you spoke English well , he would be accepted to work here
         Fact : I don’t speak english well, so he don’t accept to work here

  •       If you spoked english well, he would be accepted to work here
         Fact : I didn’t speak english well, so he didn’t accept to work


DAFTAR PUSTAKA
Cyssco, Dhanny R,
Keys to success in toefl/Penulis : Dhanny R. Cyssco.
Penyunting : Dwi Haryanto, Cetakan 1. Jakarta : Puspa Swara, 2003.




Senin, 02 Januari 2012

Application Letter


Depok , 16 October,  2011


Attention to :
Human Resources Departement
PT. National
Jalan Merak Nomor 23
Bogor

Dear Sir/Madam
I wish to apply for the position of Accounting Staff that was advertised on Kompas, October 14, 2011.
I have over one year experience as an Accounting with PT. Fajar Finance and have experience of a wide variety of pattern techniques. My computer skills are very good, and I have an excellent record as a reliable, productive employee.
I am looking for new challenges and the posistion of Accounting Staff sounds the perfect opportunity. Your organisation has an enviable record innovation in investor financial cosultant, and an excellent reputation as an employer, making the position even more attractive.
I enclose my CV for your inspection and look forward to hearing from you soon. I am available for interview at your convenience


Sincerely yours,



Ricky